Wabah  COVID-19 membuat aktivitas di semua sektor terhambat, termasuk pada sektor pendidikan. Sejauh ini, kebijakan  yang diambil Mendikbud dan kepala daerah adalah menutup sekolah dan kampus sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

Dalam melaksanakan Kegiatan Belajar dan Mengajar ( KBM ) , sistem pembelajaran jarak jauh menjadi sebuah pilihan yang harus diterima  oleh steak holders pendidikan. Walaupun disana-sini banyak kekurangan, metode ini dapat menjadi solusi agar  guru  bisa melaksanakan tugasnya dan siswa tetap bisa  belajar dengan sistem Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah harus dilaksanakan, sambil  menunggu keputusan pemerintah pada batas aman untuk melaksanakan pembelajaran  secara normal.
Dengan memanfaatkan  teknologi berbasis internet, pembelajaran jarak jauh bisa dilaksanakan. Namun demikian, keterbatasan akses internet yang meliputi tersedianya Hp Android atau komputer, termasuk ketersediaan signal internet yang memadai, hal ini menjadi hambatan tersendiri bagi pelaksanaan pembelajaran jarak jauh yang sampai saat ini solusi dari pemerintah belum maksimal.
Pertanyaan yang paling mendasar adalah, bagaimana masyarakat tingkat  bawah yang tidak memiliki sarana pendukung utama atau daerah yang belum terjangkau jaringan internet bisa mengikuti proses KBM?
Hal ini tentu menjadi tugas pemangku kepentingan yang kondisi saat ini semakin hari semakin dirasakan kesulitannya oleh masyarakat.
Kesabaran dan kesdaran semua pihak menjadi keniscayaan karena musibah ini bagian dari cara Allah untuk menguji keterlaksananya tugas mulia sebagai penanggung jawab, penyelenggara maupun sebagai peserta didik dalam menghadapi masalah ini.
CUSTOMER SERVICE
GALLERY FOTO

PENGUNJUNG