Cengkih memiliki banyak manfaat. Sebagai bumbu masak, aroma terapi dan obat sakit gigi . cengkih banyak manfaatnya sehingga menjadikannya bernilai ekonomis tinggi. Oleh karena itulah, cengkih merupakan salah satu bahan rempah-rempah yang menjadi buruan bangsa-bangsa Eropa.
Pada masa pemerintahan kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia, datanglah orang-orang Eropa yang mengadakan pelayaran samudra. Mula-mula disambut baik oleh bangsa Indonesia. Namun, mereka berusaha menguasai Nusantara, mereka mendapat perlawanan-perlawanan di berbagai daerah.
Mulai khir abad XV, bangsa Eropa melakukan penjelajahan samudra. Bangsa Eropa yang pernah melakukan penjelajahan dan penjajahan di Indonesia dimulai oleh bangsa :
Portugis, Kapal mereka pertama kali mendarat di Malaka pada tahun 1511.
Berikutnya ialah bangsa Spanyol yang mendarat di Tidore, Maluku pada tahun 1521.
Kemudian, disusul oleh bangsa Inggris tahun 1579
Belanda, dipimpin oleh Cornelis de Houtman kapal-kapalnya pertama kali mendarat di banten tahun 1596

Faktor-faktor pendorong penjelajahan samudra antara lain sebagai berikut:
Adanya keinginan mencari kekayaan (gold)
Adanya keinginan menyebarkan agama (gospel)
Adanya keinginan mencari kejayaan (glory)
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi Ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang pesat.
Dikembangkannya teknik pembuatan kapal
Ditemukannya mesiu untuk persenjataan.
Ditemukannya kompas. Kompas digunakan sebagai penunjuk arah sehingga para penjelajah tidak lagi bergantung pada kebiasaan alam.

Benda-benda yang ada di sekitar kita digolongkan menjadi tiga, yaitu benda padat, cair, dan gas. Ketiganya memiliki sifat yang berbeda.
Benda padat, bersifat tetap. Benda padat hanya bisa diubah bila diberi panas, diberi tekanan tinggi, atau diberi perlakuan fisik seperti menggunting, menekan, melipat, atau menyobek
Benda cair. Bersifat berubah sesuai dengan wadahnya. Benda cair akan mengisi ruang yang lebih rendah, dan juga dapat merambat melalui serat-serat halus dari bahan seperti bahan kain.
Benda gas. Bentuknya tidak tetap. Bersifat memenuhi ruangan.

Demi mewujudkan Semboyan 3 G, bangsa-bangsa Eropa di Indonesia tidak lagi hanya urusan perdagangan. Mereka membentuk pemerintahan kolonial di Indonesia, untuk melanggengkan dan memperluas kekuasaan. Pemerintahan kolonial melakukan penindasan dengan membuat peraturan dan program kerja yang hanya menguntungan pihak mereka sendiri, seperti kerja paksa, tanam paksa, dan lain-lain.

Pada Masa Pemerintahan Kolonial Inggris, pemerintah Inggris mengangkat Thomas Stamford Raffles sebagai Gubernur di Indonesia, pada tanggal 19 Oktober 1811.
Kebijakan Thomas Stamford Raffles :
1. Bidang Ilmu Pengetahuan
Mengundang ahli pengetahuan dari luar negeri untuk mengadakan berbagai penelitian ilmiah di Indonesia.
Raffles bersama Arnoldi berhasil menemukan bunga bangkai sebagai bunga raksasa dan terbesar di dunia. Bunga tersebut diberinya nama ilmiah Rafflesia Arnoldi.
Raffles menulis buku “History of Java” dan merintis pembangunan Kebun Raya Bogor. kebun biologi yang mengoleksi berbagai jenis tanaman di Indonesia bahkan dari berbagai penjuru dunia. Kebun Raya Bogor merupakan kebun biologi yang mengoleksi berbagai jenis tanaman di Indonesia bahkan dari berbagai penjuru dunia.

2. Bidang Ekonomi
Menghapus contingenten penyerahan diganti dengan sistem sewa tanah (land-rente).
Semua tanah dianggap milik negara. Maka, petani harus membayar pajak sebagai uang sewa.

Bidang Pemerintahan, Pengadilan, dan Sosial Dalam bidang ini, Raffles menetapkan kebijakan berikut:
1. Pulau Jawa dibagi menjadi 16 keresidenan termasuk Yogyakarta dan Surakarta.
2. Setiap keresidenan mempunyai badan pengadilan.
3. Melarang perdagangan budak.

Penjajahan Belanda
Pembentukan VOC pada tanggal 20 Maret 1602. Tujuan VOC di Indonesia antara lain sebagai berikut. 1. Menguasai pelabuhan-pelabuhan penting.
2. Menguasai kerajaan-kerajaan di Indonesia.
3. Melaksanakan monopoli perdagangan rempah-rempah.

Akhir abad ke-18, kejayaan VOC mulai merosot. Faktor yang menyebabkan merosot sebagai berikut: 1. Banyak pegawai VOC melakukan korupsi.
2. Sulitnya melakukan pengawasan terhadap daerah penguasaan VOC yang sangat luas.

Faktor eksternal yang menyebabkan kemerosotan VOC adalah sebagai berikut.
1. Meletusnya Revolusi Prancis menyebabkan Belanda jatuh ke tangan Prancis di bawah pimpinan Napoleon Bonaparte.
2. Penentangan oleh rakyat Indonesia terhadap VOC dalam bentuk peperangan yang banyak menyedot pembiayaan dan tenaga.

Pada tanggal 15 Januari 1808, Herman W. Daendels menerima kekuasaan dari Gubernur Jenderal Weise. Daendels dibebani tugas mempertahankan Pulau Jawa dari serangan Inggris karena Inggris telah menguasai daerah kekuasaan VOC di Sumatra, Ambon, dan Banda

Perubahan Wujud Benda Benda-benda di sekitar kita memiliki sifat dan ciri yang unik. Perubahan wujud benda antara lain adalah peristiwa membeku, mencair, menguap, mengembun, atau menyublim.
1. perubahan wujud benda cair menjadi benda padat.
2. Mencair perubahan wujud benda padat menjadi benda cair akibat suhu yang panas.
3. Menguap merupakan perubahan wujud benda cair menjadi benda gas.

Tanam Paksa.
Pada masa kepemimpinan Johanes Van Den Bosch, Belanda memperkenalkan sistem tanam paksa. Tanam paksa pertama kali di Jawa dan dikembangkan di di Sumatra Barat, Minahasa, Lampung, dan Palembang.
Pelaksanaan tanam paksa banyak terjadi penyimpangan, di antaranya sebagai berikut.
1. Jatah tanaman ekspor melebihi seperlima tanah garapan.
2. Rakyat dipaksa menggunakan waktunya untuk tanaman ekspor, sehingga tidak sempat mengerjakan sawah dan ladang sendiri.
3. Rakyat yang tidak memiliki tanah harus bekerja melebihi 1/5 tahun.
4. Waktu pelaksanaan tanam paksa ternyata melebihi waktu tanam padi (tiga bulan) sebab tanaman-
tanaman perkebunan memerlukan perawatan terus-menerus.
5. Setiap kelebihan hasil panen dari jumlah pajak tidak dikembalikan kepada rakyat.

Akibat penyimpangan tanam paksa tersebut antara lain:
banyak tanah terbengkalai sehingga panen gagal,
rakyat makin menderita,
wabah penyakit merajalela,
bahaya kelaparan melanda Cirebon dan memaksa rakyat mengungsi ke daerah lain untuk menyelamatkan diri.
Kelaparan hebat juga terjadi di Grobogan yang mengakibatkan banyak kematian.

Salah satu tokoh Belanda yang menentang sistem tanam paksa adalah Douwes Dekker dengan nama samaran Multatuli, dengan mengarang buku berjudul Max Havelaar.
Dia mengusulkan langkah-langkah membalas budi kepada bangsa Indonesia, yaitu :
a. Pendidikan (edukasi).
b. Membangun saluran pengairan (irigasi).
c. Memindahkan penduduk dari daerah yang padat ke daerah yang jarang penduduknya (transmigrasi)

Penjajahan Portugis
Malaka oleh Portugis pada tahun 1511, Portugis ingin menguasai perdagangan. Maka, terjadilah perlawanan-perlawanan terhadap Portugis, diantaranyaoleh:
a. Sultan Ali Mughayat Syah (1514–1528) berhasil membebaskan Aceh dari Portugis.
b. Sultan Alaudin Riayat Syah (1537–1568) mengusir Portugis
c. Sultan Iskandar Muda (1607–1636). Raja Kerajaan Aceh melakukan serangan terhadap Portugis di Malaka.
d. Rakyat Ternate dipimpin oleh Sultan Hairun bersatu dengan Tidore melawan Portugis sehingga Portugis
terdesak.
e. Perlawanan rakyat Ternate dilanjutkan di bawah pimpinan Sultan Baabullah (putra Sultan Hairun).
Pada tahun 1574, benteng Portugis dapat direbut.

Perlawanan terhadap para penjajah di berbagai daerah banyak mengalami kegagalan. Sebabnya adalah perlawanan yang dilakukan masih bersifat kedaerahan dan secara sendiri-sendiri. Dengan demikian, perlawanan itu tidak akan kuat dan mudah diadu domba oleh penjajah.

Faktor Keberagaman :
Faktor Keturunan:
a. Ras atau keturunan di Indonesia Berdasarkan ciri-ciri fisiknya, dapat dibedakan menjadi 4 (empat) kelompok ras sebagai berikut.
1) ras Papua Melanezoid, terdapat di Papua, Pulau Aru, Pulau Kai.
2) Kelompok ras Negroid, antara lain orang Semang di Semenanjung Malaka, orang Mikopsi di
Kepulauan Andaman.
3) Kelompok ras Weddoid, antara lain orang Sakai di Siak Riau, orang Kubu di Sumatra Selatan dan
Jambi, orang Tomuna di Pulau Muna, orang Enggano di Pulau Enggano, dan orang Mentawai di
Kepulauan Mentawai.
4) Kelompok ras Melayu Mongoloid, yang dibedakan menjadi 2 (dua) golongan.
a) Ras Proto Melayu (Melayu Tua) antara lain Suku Batak, Suku Toraja, Suku Dayak.
b) warga keturunan China (ras Mongoloid), keturunan Arab, Pakistan, India, ras Kaukasoid.
5) Perbedaan Kondisi Geografis
6) Pengaruh Kebudayaan Luar Bangsa Indonesia .

Penyebab kegagalan
Adapun faktor penyebab gagalnya perjuangan bangsa Indonesia dalam mengusir penjajah sebagai berikut:
a. Perjuangan bersifat kedaerahan.
b. Perlawanan tidak dilakukan secara serentak.
c. Masih bergantung pada pimpinan (jika pemimpin tertangkap, perlawanan terhenti).
d. Kalah dalam persenjataan.
e. Belanda menerapkan politik adu domba (devide et impera).

Berdasarkan pengalaman tersebut, kaum terpelajar berjuang dengan cara yang lebih modern, yaitu menggunakan kekuatan organisasi. Lahirnya organisasi-organisasi tersebut menandai lahirnya masa pergerakan nasional. Diantaranya :Budi Utomo, Sarekat Islam, Muhammadiyah, dan Indische Partij (IP).

Masa Awal Radikal (Tahun 1920-1927-an) Perjuangan Indonesia melawan penjajah pada abad ke 20 disebut masa radikal karena pergerakan pada masa ini bersifat radikal/ keras terhadap pemerintah Hindia Belanda.

Masa Moderat (Tahun 1930-an, organisasi-organisasi pergerakan Indonesia mengubah taktik perjuangannya. Mereka menggunakan taktik kooperatif (bersedia bekerja sama) dengan pemerintah Hindia Belanda. Organisasi-organisasi Masa Awal Pergerakan Nasional (Tahun 1900-an) dr. Sutomo Pada masa ini, lahir organisasi pergerakan, seperti Budi Utomo, Sarekat Islam, Muhammadiyah, dan Indische Partij (IP) dll.

Sumpah Pemuda.
Kongres Pemuda Indonesia diselenggarakan tiga kali. Kongres Pemuda Indonesia I di Jakarta pada tanggal 30 April – 2 Mei tahun 1926,
Kongres Pemuda Indonesia II [ada tanggal 28 Oktober 1928, mengambil keputusan sebagai berikut.
a. Menerima lagu “Indonesia Raya” ciptaan W.R. Supratman sebagai lagu kebangsaan Indonesia.
b. Menerima sang “Merah Putih” sebagai Bendera Indonesia.
c. Semua organisasi pemuda dilebur menjadi satu dengan nama Indonesia Muda
d. Diikrarkannya “Sumpah Pemuda” oleh semua wakil pemuda yang hadir.

Peristiwa Sumpah Pemuda telah membawa kesadaran dalam diri setiap orang akan pentingnya persatuan dan kesatuan dalam sebuah bangsa. Peristiwa Sumpah Pemuda menegaskan rasa senasib sepenanggungan sebagai satu bangsa. Rasa inilah yang kemudian menyebabkan timbulnya semangat persatuan untuk membentuk sebuah negara kesatuan.

Perbedaan antara satu suku dan suku lainnya hanya terletak pada bahasa dan adat istidatnya serta sistem kekerabatan. ”bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh”.

Peristiwa Mengembun dan Menyublim:
1. Mengembun adalah peristiwa perubahan wujud gas menjadi cair. Peristiwa mengembun ini terjadi karena
uap air dalam udara menyentuh permukaan seperti permukaan daun atau permukaan yang lainnya.
2. Menyublim merupakan peristiwa berubahnya wujud zat padat menjadi gas seperti kapur barus habis atau
lenyap dengan sendirinya menjadi gas. Gas tidak bisa dilihat, tapi bisa dirasakan seperti angin dll.
3. Mengkristal adalah perubahan wujud gas menjadi padat. Seperti kapur barus yang di rebus dan dittutup
dengan kaleng berisi es batu.

Kongres Perempuan Indonesia
Kongres Perempuan Indonesia berlangsung tiga kali. Pada tanggal 22 Agustus 1928 di Yogyakarta,
Tanggal 20–24 Juli 1935, diadakan Kongres Perempuan Indonesia II di Jakarta
Kongres Perempuan III berlangsung di Bandung tanggal 23–28 Juli 1938

CUSTOMER SERVICE
GALLERY FOTO

PENGUNJUNG